[AQUANEWS: KKP OPTIMISTIS SEKTOR BUDIDAYA CIPTAKAN LAPANGAN KERJA]

Selamat Malam Keluarga Budidaya!

KKPNews,Jakarta – Penurunan pertumbuhan perekonomian global maupun domestik mendorong pemerintah untuk berupaya agar stabilitas perekonomian Indonesia tetap terjaga, salah satunya dengan penghematan anggaran belanja di tiap instansi pemerintah.
Hal ini sesuai dengan Perpres No. 54 tahun 2020 tentang perubahan postur dan rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020. Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) mendapat penghematan anggaran dengan nominal sebesar Rp1,147 triliun.

Dengan adanya penghematan tersebut, KKP melakukan pengurangan pagu anggaran di masing masing eselon I KKP dengan tujuan mendukung kegiatan pada Ditjen Perikanan Budidaya yang saat ini menjadi prioritas serta untuk memenuhi amanat Perpres No. 54 tahun 2020. Selain itu, KKP juga merelokasi anggaran Rp483,74 miliar untuk memulihkan perekonomian di sektor perikanan dan kelautan akibat dampak Covid-19 dalam bentuk kegiatan Bakti Nelayan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, menyatakan optimis bahwa perikanan budidaya merupakan solusi untuk menciptakan lapangan kerja yang baru mengingat semakin sulitnya mencari lapangan pekerjaan di tengah pandemi ini.

KKP kini tengah menyiapkan konsep agar perikanan budidaya, khususnya komoditas udang, dapat dijangkau oleh banyak kalangan yaitu dengan klasterisasi menggunakan tambak konvensional dan bioflok. Biaya yang dibutuhkan oleh konsep tersebut lebih murah dibanding tambak skala besar. ”Ada satu klaster yang kita coba, isinya 60 lubang bioflock. Satu lubang bioflok itu akan memberikan pendapatan maksimal Rp 5 juta di luar ongkos tenaga kerja” jelas Menteri Edhy. Beliau menambahkan jika dapat menghidupkan potensi tambak udang idle di Indonesia yang jumlahnya banyak, maka peluang lapangan pekerjaan akan semakin tinggi.

Sumber :
https://news.kkp.go.id

Narahubung :

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.